Penurunan Tarif Angkutan

Dalam jangka waktu dua bulan pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium dan solar hingga tiga kali menyusul turunnya harga minyak di pasar dunia. Turunnya harga BBM diharapkan mampu menaikkan daya beli dan tingkat ekonomi masyarakat melalui penurunan biaya transportasi terutama angkutan umum. Namun permintaan pemerintah untuk menurunkan tarif angkutan tidak direspon dengan baik oleh pengusaha angkutan, supir, bahkan Organda. Jika pada masa terjadi kenaikan harga BBM, pengusaha didukung Organda ramai-ramai berteriak penyesuaian tarif angkutan. Akan tetapi kini pihak pemilik moda transportasi cenderung bungkam dan pura-pura tidak tahu akibatnya jeritan rakyat semakin keras terdengar (KR, 19 Januari 2009).

Berdasarkan pantuan suratkabar Kedaulatan Rakyat selama sepekan ini (19 – 25 Januari 2009) pemerintah daerah DI. Yogyakarta berkoordinasi dengan Organda dan Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) tentang penurunan tariff angkutan umum. Pihak Dinas Perhubungan meminta Organda beserta pengusaha angkutan umum menurunkan tariff angkutan dengan besaran yang disepakati bersama. Dalam pertemuan tersebut disepakati penurunan tariff angkutan berkisar 4 – 10 % disesuaikan dengan jenis angkutan dan trayek yang ditempuh (KR, 20 Januari 2009). Sebagai contoh, tarif angkutan bis kota diturunkan sebesar 4% dari tariff semula atau turun Rp. 100 untuk penumpang umum dan Rp. 200 untuk pelajar. Kepala DPD Organda DIY, Johny Pramantya, mengatakan bahwa pada dasarnya tidak keberatan menurunkan tariff asalkan diiringi dengan kebijakan yang juga berpihak pada pengusaha angkutan umum karena saat ini harga suku cadang melangit (KR, 19 Januari 2009).

Tampaknya meminta pengusaha angkutan umum untuk segera menurunkan tariff bukan perkara yang mudah. Pengusaha memiliki dilema dimana suku cadang tidak beranjak turun dan tingkat keterisian (load factor) penumpang cenderung menyusut sedangkan tuntutan penurunan tariff kian gencar. Harga premium dan solar yang sama mengakibatkan tingginya permintaan kendaraan pribadi apalagi kendaraan semacam motor mudah didapat dengan kredit. Tak heran jika masyarakat lebih memilih moda transportasi pribadi, lebih murah, fleksibel, dan daya tampung lebih banyak. Di lain pihak pungutan liar semakin menggemuk dan sulit diberantas apalagi dimainkan oleh petugas berwenang langsung. Pungutan di terminal resmi dan bayangan.

Persoalan penurunan tariff angkutan merupakan permasalahan yang massif dan terstruktur sehingga tidak bisa diselesaikan secara sepihak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: