Kesiapan Penyelenggara Telekomunikasi Dalam Menghadapi Pemilihan Presiden 2009

Siaran Pers Depkominfo, No. 148/PIH/KOMINFO/7/2009

(Jakarta), Dalam rangkaian persiapan menjelang Pemilihan Presiden 2009 ini, Departemen Kominfo dan PT Telkom cukup intensif dalam melakukan koordinasi teknis dan strategis sebagaimana yang juga dilakukan menjelang Pemilu bulan April 2009 yang lalu. Sebagai informasi, secara prinsip perhitungan perolehan suara Pemilihan Presiden dilakukan secara manual. Perolehan suara dari tiap-tiap TPS direkap di tingkat kecamatan kedalam Dokumen DA-1 untuk kemudian dibawa ke KPUD Kota/Kabupaten. Selanjutnya, di tingkat KPUD Kota/Kabupaten dilakukan input data perolehan suara kedalam SITUNG PPWP (Sistem Penghitungan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden) DA-1 berdasarkan data Dokumen DA-1 dari tiap-tiap kecamatan. Berikutnya data yg telah di input akan terkompulir di Main Server Data Center KPU Pusat dan di Back Up di DRC. SITUNG PPWP DA-1 akan melakukan rekapitulasi jumlah perolehan suara Pemilihan Presiden tingkat nasional dan akan di broadcast ke publik melalui website http://www.kpu.go.id Proses input data perolehan suara DA-1 kedalam SITUNG PPWP DA-1 dilakukan oleh operator khusus yang disediakan dan dikelola oleh . Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM). Khusus untuk Instalasi S/W Aplikasi SITUNG PPWP DA-1 di tiap-tiap PC yang ada di KPUD Kota/Kabupaten telah dilaksanakan oleh KPU. Sedangkan untuk koneksi dari KPUD Kota/Kabupaten ke KPU Pusat menggunakan VPN-IP dan atau VSAT-IP yg disediakan oleh TELKOM.

Yang cukup menarik dalam penghitungan suara ini adalah penggunaan SMS Broadcast dari TPS ke KPU Pusat yang dipakai sebagai verifikator jumlah perolehan suara di tiap-tiap TPS. Konsep dasarnya ini adalah perolehan suara di tiap-tiap TPS (dari TPS) dikirimkan ke KPU Pusat secara langsung melalui SMS. Data yg dikirim melalui SMS ini hanya dipakai sebagai verifikator terhadap data yg dikirim melalui SITUNG PPWP dan tidak dapat menggantikan data yg di input kedalam SITUNG PPWP. Inisiator konsep ini adalah UNDP melalui konsorsium internasional utk pemilihan umum (IFES). Hal lain yang hampir mirip dengan penghitungan suara berbasis IT pada Pemilu 2009 adalah penggunaan SCAN IMAGE/ ICR yang dipergunakan untuk validasi dan digitalisasi Dokumen. Perolehan suara disetiap TPS direkap dalam dokumen C1-IT untuk kemudian dibawa ke KPUD Kota/Kabupaten. Di KPUD Kota/Kabupaten dokumen C1-IT di-scan oleh para pelaksana di KPUD Kabupaten/Kota hingga menjadi File dalam bentuk Image tanpa harus dilakukan interpretasi image hasil scan (ICR). File Image ini kemudian dikirim ke Server KPU Pusat dengan menggunakan jaringan VPN-IP/ VSAT-IP yg disediakan Telkom. Oleh karenanya, jaringan komunikasi data Pemilu 2009 yang sudah digelar di 504 KPU Kota/Kabupaten, KPU Pusat dan DRC German Center, disamping dipergunakan untuk mendukung operasionalisasi KPU juga akan dimanfaatkan untuk pengiriman data perolehan suara Pemilihan Presiden dengan beban traffic tambahan dari tiap-tiap KPUD Kab/Kota sekitar 150 Mbytes atau 50 % lebih rendah dari besaran trafik pada waktu Pemilu bulan April 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: