Siaran Pers No. 182/PIH/KOMINFO/9/2009 tentang Apreasiasi Departemen Kominfo Terhadap PT Indosat Dalam Peluncuran Satelit Palapa-D

(Jakarta, 7 September 2009). Beberapa waktu lalu PT Indosat Tbk (Indosat) menyebutkan bahwa Satelit Palapa-D telah berhasil ditempatkan di posisi normal orbit transfer geostasioner atau Geostationary Transfer Orbit (GTO), setelah diluncurkan pada Senin, 31 Agustus 2009 pukul 17.28 waktu XiChang (RRC) atau 16.28 WIB. Geostationary Transfer Orbit merupakan orbit transfer yang ditempati suatu satelit sebelum satelit menuju ke slot orbit akhir yang dimaksud. Secara bertahap satelit akan dikontrol untuk bergerak ke Geostationary Syncronous Orbit yang diperkirakan akan sampai pada pertengahan September 2009. Selanjutnya, akan dilakukan “in orbit test” untuk semua fungsi dan parameter satelit, sehingga dapat segera menggantikan Satelit Palapa-C2. Saat ini, Stasiun Bumi Jatiluhur juga telah dapat memantau kondisi satelit Palapa-D dalam kondisi normal.

Terhadap upaya konkret Indosat yang telah melakukan peluncuran satelit Palapa-D yang memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan Palapa-C2, yaitu 40 transponder yang terdiri dari 24 standar C-band, 11 extended C-Band serta 5 Ku-band, dengan jangkauan mencakup Indonesia, negara-negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia, Departemen Kominfo bersama ini menyampaikan sikap apreasiasinya kepada Indosat, mengingat hal tersebut tidak hanya merupakan wujud kontinuitas dalam memaksimalkan parameter teknis dan transponder satelit, juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam mempertahankan dan memperluas jaringan infrastruktur telekomunikasi melalui fasilitas satelit, sehingga dapat melengkapi beberapa upaya lain pemerintah dalam mengoptimalisasikan infrastruktur telekomunikasi bagi keterhubungan seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan dan jasa telekomunikasi, seperti misalnya melalui penambahan jaringan telekomunikasi SLJJ dan SLI, penyediaan akses telekomunikasi melalui USO yang sedang dalam proses pembangunan fisik, penyediaan akses komunikasi internet melalui BWA yang baru saja diselesaikan tendernya dan pembangunan Palapa Ring versi PT Telkom untuk jalur Mataram hingga Kupang yang akan dimulai pembangunan fisiknya pada bulan Oktober 2009.

Sedangkan kepada beberapa penyelenggara telekomunikasi lainnya yang juga sudah menempatkan satelitnya dan berencana melakukan peluncuran satelitnya dalam periode mendatang, Departemen Kominfo juga memberikan dorongannya sehingga akan memacu mereka untuk saling berkompetisi secara obyektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apreasiasi dan kepedulian Departemen Kominfo terhadap penyelenggara telekomunikasi siapapun saja yang mampu meluncurkan satelitnya ditunjukkan di antaranya dalam bentuk partisipasi langsung pejabat yang mewakili Departemen Kominfo, dimana jika dalam peluncuran Satelit Palapa-D milik PT Indosat ini Departemen Kominfo diwakili kehadirannya di RRC oleh Direktur Kelembagaan Internasional Ikhsan Baidirus (yang mewakili Pelaksana Tugas Dirjen Postel yang berhalangan hadir karena kesibukannya dalam kapasitas periode transisi karena merangkat jabatan sebagai Sekjen Departemen Kominfo) dan jika pada peluncuran Satelit Telkom-2 dari Kourou, Guyana Perancis pada bulan November 2005 diwakili langsung oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar. Prinsip Departemen Kominfo adalah siapapun yang berkomitmen konkret dalam peluncuran satelit dapat dipastikan didukung sepenuhnya oleh pemerintah sejauh sesuai ketentuan yang berlaku, sama halnya sebagai perbandingan: siapapun penyelenggara telekomunikasi yang mampu membuka daerah-daerah pelosok yang terisolir melalui pembukaan akses telekomunikasi dapat dipastikan dihadiri oleh pejabat tinggi Departemen Kominfo dengan menyisihkan kesibukan dinas lainnya.

Pertimbangan utama dukungan Departemen Kominfo ini adalah karena dengan adanya penempatan satelit domestik tersebut memungkinkan adanya kontinuitas bagi pelanggan pengguna layanan satelit melalui pemanfaatannya sebagai backbone untuk mendukung layanan seluler, telepon tetap dan komunikasi data tetap. Ini belum lagi terhitung manfaatnya untuk layanan broadcasting dan cellular backhaul sebagai basic service, VSAT service, DigiBouquet dan Telecast Service sebagai nilai tambah yang semuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan korporasi dalam komunikasi data dan broadcasting. Selain itu layanan satelit demikian ini melengkapi dan memberikan nilai tambah dari layanan jaringan terestrial dan komunikasi voice dan data.

————————–

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gatot_b@postel.go.id, Tel/Fax: 021.3504024).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: