110 Peneliti Balitbang Departemen Komunikasi dan Informatika tidak manfaatkan Program Insentif Riset

Program insentif bagi peneliti dan perekayasa hingga pertengahan September 2009 hanya terealisasi sekitar 72 persen dari dana yang dialokasikan. Berdasarkan laporan Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Depdiknas Suryo Hapsoro, sampai pertengahan September ini telah disalurkan dana insentif sebesar Rp 273,4 miliar kepada 5.469 peneliti dan perekayasa (Kompas, Selasa, 29/9). Setiap peneliti dan perekayasa mendapat Rp 50 juta. Padahal untuk program tahun 2009 ini, dana yang disiapkan adalah Rp 377,5 miliar untuk 7.550 peneliti dan perekayasa. 
Dana terbesar disalurkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian sebesar Rp 84,5 miliar untuk 1.693 peneliti. Adapun untuk 1.100 peneliti LIPI dialokasikan Rp 55 miliar. Penerima dana insentif peneliti dan perekayasa terbesar ketiga ialah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, yang sebesar Rp 24,7 miliar untuk 495 peneliti dan perekayasa. Menurut Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Susilo, ada beberapa lembaga riset yang tidak memanfaatkan anggaran insentif riset yang sudah dialokasikan. 
Lembaga-lembaga tersebut di antaranya adalah Balitbang Departemen Pekerjaan Umum yang dialokasikan untuk 175 peneliti, Balitbang Departemen Keuangan untuk 47 peneliti, Balitbang Departemen Komunikasi dan Informatika untuk 110 peneliti, Balitbang Departemen Agama untuk 126 peneliti, serta Balitbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral untuk 238 peneliti. Adapun institusi yang tidak mengajukan proposal riset adalah Badan Pertanahan Nasional, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Arsip Nasional, Kejaksaan Agung, dan Lembaga Administrasi Negara. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapeten As Nation Lasman mengatakan, kegiatan riset di Bapeten yang meliputi kajian pembuatan peraturan, peninjauan perizinan, dan mempertinggi kualitas inspeksi ketenaganukliran masih dapat diakomodasi dengan dana dari lembaga riset ini sendiri. 
Melihat tingkat penyerapannya yang relatif kurang, lanjut Indroyono, program dana insentif bagi peneliti dan perekayasa akan dievaluasi dalam rapat koordinasi teknis di Kementerian Koordinator Bidang Kesra, pada 6 Oktober. Dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Fasli Jalal akan menyampaikan program dan kendala yang dihadapi dalam melakukan penelitian. Selain itu, pada 5-9 Desember 2009 mendatang, sebanyak 200 karya penelitian terbaik dari 5.469 peneliti yang mendapat dana insentif juga akan dipaparkan dalam seminar tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: