KPID DIY MENGGELAR STRIPING EDP BAGI PEMOHON IPP TELEVISI SWASTA

Sebagai wujud komitmen terhadap UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (KPID DIY), selama Januari 2010 menggelar striping Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) untuk para Pemohon Izin Penyelenggaraan Penyiaran. Seluruh kegiatan itu diselenggarakan di Aula BID Dinas Kominfo DIY, Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.

Menyusul TV One yang telah memulai di tahun 2009, hampir semua stasiun penyiaran Televisi Swasta Jakarta yang berkomitmen menjalankan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ), selama Januari 2010 telah melangsungkan  EDP. “ Tinggal Metro TV yang belum, tetapi proposalnya justru sudah siap lebih dulu. Rencananya, Metro akan EDP tanggal 10 Februari nanti”, kata Ketua KPID DIY  Rahmat Arifin usai EDP TPI dan Global TV, 21 Januari 2010.

Rangkaian EDP diawali oleh PT Cakrawala Andalas Televisi Yogyakarta dan Ambon pada tanggal 14 Januari 2010 berlangsung dari pukul 09.55-11.15 WIB dipimpin oleh Ki Gunawan. Dalam presentasinya, pihak ANTV menjelaskan bahwa durasi siaran untuk program lokal akan dimulai dengan 30 menit di tahun 2010, kemudian 60 menit pada 2011, dan mulai 2012 akan melakukan siaran selama 150 menit dengan program andalannya news, religi, dan entertainment. Proyeksi banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat direkrut pada tahun 2010 untuk operator 5 orang, kepala stasiun 1 orang, satpam 3 orang, dan kontributor 2. Sampai dengan 2014 jumlah SDM untuk setiap jenis akan relatif tetap, kecuali untuk kontributor bertambah 1 pada tahun 2012.

Pada hari yang sama, antara pukul 11.45 – 13.00 WIB digelar EDP untuk PT Indosiar Lintas Yogya Televisi. Di depan publik Yogyakarta, pihak Indonesia berjanji bahwa konten siaran lokal sebesar 10% atau kurang lebih 2,5 jam, 30% atau 45 menit di antaranya akan ditayangkan pada prime time pukul 18.00-22.00 WIB. Indosiar Lintas Yogya yang bersiaran di chanel 28 UHF dengan stasiun pemancar di Pathuk, Gunungkidul pada tahun 2010 berharap dapat merekrut 27 orang Sumber Daya Manusia (SDM) dan akan bertambah menjadi 31 di tahun 2013.

Tahap kedua, tanggal 20 Januari diadakan EDP untuk RCTI DUA. Presentasi dari pihak RCTI dipimpin langsung oleh Gilang Iskandar. Dalam paparannya pihak RCTI menjelaskan bahwa pada tahun pertama akan menyelenggarakan siaran dengan muatan lokal selama 60 menit dan ditayangkan pada pukul 05.00-06.00 WIB. Pada tahun kedua sampai keempat durasinya bertaambah menjadi 120 menit, dan pada tahun ke-5 menjadi 144 menit. Adapun jumlah SDM yang dapat direkrut oleh RCTI DUA sekitar 16 orang.

Sesi kedua pada hari yang sama digelar EDP untuk PT Surya Citra Nugraha atau SCTV Yogyakarta. Pihak SCTV diwakili oleh  komisaris Jonggi Manalu dan Direktur Kantante Meiwati Pasaribu. Berbeda dengan presentasi dari pemohon lain yang secara eksplisit menyebutkan proyeksi pengembangan program lokal, pihak SCTV tidak memberikan gambaran yang jelas. Data yang dikemukakan hanya terkait dengan persentase per program, yaitu berita 17,2%, informasi 5,4%, dan hiburan 77,5%. Demikian pula tidak ada proyeksi mengenai jumlah SDM yang akan direkrut dalam lima tahun ke depan.

Pada hari berikutnya, tanggal 21 Januari 2010 KPID DIY kembali menggelar EDP untuk dua pemohon. Sesi pertama memberikan kesempatan kepada pemohon PT TPI DUA. Dalam komitmennya pihak TPI akan memberikan porsi siaran lokal selama 60 menit (pukul 11.00-12.00 WIB) untuk tahun pertama sampai ketiga naik menjadi 120 menit, dan pada tahun kelima menjadi 144 menit. Hard news dan documentary merupakan program unggulan dari pihak TPI untuk siaran lokal wilayah Yogyakarta. TPI yang menggunakan kanal 26 UHF memroyeksikan akan merekrut 12 orang SDM.

Sesi kedua KPID memberikan kesempatan kepada pihak Global TV. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa dalam rangka pelaksanaan SSJ, pihak Global TV pada 10 Desember 2009 telah membentuk badan hukum lokal yang bernama PT GTV DUA untuk daerah Jateng dan DIY yang berdomisili di Semarang. Sahamnya dimiliki oleh pihak PT GTV sebesar 90%, dan stakeholder lokal Purwanto 10%. Dalam tahap awal, local content dimulai pada pukul 02:30-03:30, tetapi ke depan local content tersebut akan ditempatkan antara pukul 13.00-16.00 WIB. Berhubung kantornya di Semarang maka proyeksi rekrutmen SDM di DIY tidak ada gambarannya.

Episode terakhir EDP yang berlangsung selama bulan Januari 2010 menampilkan Tran TV dan Tran 7. Sesi pertama diperuntukkan bagi Trans TV Yogyakarta Bandung. Presentasi dari kelompok ini dikomandani langsung oleh salah seorang Komisarisnya, Dr. Ishadi Sk. PT Trans TV Yogyakarta Bandung didirikan pada tanggal 22 Desember 2009. Dalam paparannya dijelaskan bahwa komposisi sumber siaran, 90% relay Trans TV Jakarta, dan hanya 10% siaran lokal. Dari jatah yang hanya 10% tersebut, 50% program berita, 305 budaya lokal, dan sisanya (20%) siaran iklan. Rencana slot siaran lokal dibagi menjadi tiga kategori. Reportase Yogyakarta disiarkan pukul 04.30-05.00 WIB, Selamat Pagi Yogyakarta pukul 0630-7.30 WIB, dan variasi weekly setiap Sabtu pukul 15.30-16.00 WIB. Jumlah pegawai tetap Trans TV Yogyakarta sebanyak 23 orang, dan tidak tetap 4 orang.

Sesi kedua EDP diisi oleh pihak Trans 7 Yogyakarta. yang mengusung slogan Aktif, Cerdas dan menghibur . Dari paparan yang disampaikan, tidak terlihat adanya skema jelas mengenai pengembangan durasi program dalam lima tahun ke depan. Konsep program lokal yang ditawarkan terdiri dari (1) Warna Yogyakarta, (2) Redaksi Pagi Yogyakarta, (3) Bermain di Yogyakarta, Wisata Yogyakarta, dan (4) Redaksi Malam Yogyakarta. Demikian pula mengenai proyeksi rekrutmen tenaga kerja dalam lima tahun ke depan tidak begitu terlihat.

Setiap akhir gelar EDP dilangsungkan penandatanganan Berita Acara oleh setua personal komisioner dan wakil pihak Pemohon, serta perwakilan publik. Pihak KPID mengharap kepada para Pemohon agar selambat-lambatnya dua minggu terhitung dari pelaksanaan EDP, pihak pemohon segera menyempurnakan proposal agar segera dapat diterbitkan Rekomendasi Kelayakan (RK).

Dilihat dari substansi yang disampaikan oleh para pemohon, terutama terkait dengan aspek pengembangan program, ternyata tidak ada tawaran program acara yang benar-benar menjamin adanya keberagaman isi siaran (diversity of content).  Kecenderungan menempatkan konten lokal pada jam-jam yang tidak termasuk prime time terjadi di semua proposal pemohon. Hal ini memerkuat sinyalemen kelompok kritis di masyarakat bahwa proses pengajuan permohonan IPP tersebut lebih didorong oleh kepentingan untuk memenuhi kewajiban regulasi dari pada komitmen untuk membangun sistem stasiun jaringan secara substantif. (Laporan: Darmanto)

Comments
3 Responses to “KPID DIY MENGGELAR STRIPING EDP BAGI PEMOHON IPP TELEVISI SWASTA”
  1. sriyanto says:

    Saya ingin skali kerja di stasiun Tv tolong di bantu tapi maaf pendidkan saya cuma paket C gimana bisa masuk?mohon bantuanya kalau mau kontak ke phone Saya Aja langsung 08572943xxxx 08587821xxxx pengalaman saya di bidang multimedia PH 3 tahun.

    • bppki yogyakarta says:

      Terima kasih Bapak Sriyanto telah berkunjung ke blog kami. Kami mohon maaf tidak bisa membantu bapak karena core activity kami di penelitian. Kami sarankan untuk menghubungi langsung stasiun TV yang saat ini membutuhkan tenaga terampil seperti bapak. Kami doakan sukses selalu.

  2. suharsono says:

    Setelah saya Suharsono mamembaca infrastruktur KPI dan BPPT , lebih memantapkan saya sebagai peneliti pribadi yang memiliki pengalaman unik untuk tidak bergabung.

    Saya tetap akan mempropokasi dari pengguna teknologi yang benar – benar berpihak kepublik dan memahami solusi terbaik dari kami seperti pengalaman membongkar peta birokrasi yang tidak akrab dengan teknis atau teknologi, namun akrab dengan kekuasaan dan uang.

    Seperti masa lalu saya selalu menjadi siluman konsep, maka untuk kali ini saya mulai membuka diri telp saja lewat Srianto siapa saya adalah kader praktisi it dan tv generasi ketiga yang saya sentuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: