Sensus 2010, Kenapa 10 Tahun Sekali?

“Sensus penduduk kenapa harus 10 tahun sekali, jika tiap hari bisa dilakukan” (Untung Wiyono, Bupati Sragen)

Bulan Mei 2010, Badan Pusat Stastistik akan melaksanakan kegiatan 10 tahunan yang bertajuk Sensus Penduduk 2010. Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh BPS (www.bps.go.id), Sensus 2010 bertujuan untuk memperbaharui data dasar kependudukan hingga ke wilayah unit administrasi terkecil (desa) sebagai bagian dari evaluasi kinerja pencapaian MDGs dan basis pembangunan sistem administrasi kependudukan (SIAK). Hingga kini, telah terlaksana 5 kali Sensus yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000.

Jika dikritisi pelaksanaan Sensus penduduk ini tidak efisien, kurang valid, dan data tidak kini (up to date). Bagaimana mungkin Indonesia yang begitu luas dengan jumlah pulau lebih dari 17.000 dan karakteristik penduduk sangat heterogen di-Sensus dalam periode waktu yang panjang, 10 tahun. Setiap hari, data dasar penduduk akan berubah. Ada yang lahir, ada yang meninggal. Roda perekonomian dan perdagangan berputar tiap harinya. Konsumsi dan pengeluaran penduduk berubah tiap bulannya. Industri dan perumahan bertumbuhan sepanjang tahun. Apakah data yang dikumpulkan setiap 10 tahun sekali akan membantu para pembuat kebijakan dalam merumuskan dan memutuskan arah pembangunan Indonesia yang bergerak dinamis?

Dalam International Seminar and Workshop 2010 bertajuk Research and Commerce Application on Multimedia Broadcasting yang berlangsung di Unissula, Semarang (17-18 Maret 2010), Untung Wiyono mengatakan perubahan data penduduk berlangsung setiap hari dan harus selalu di up date per hari-nya bukan 10 tahun sekali. Bupati Sragen yang beberapa kali memperoleh penghargaan E-Goverment Award ini mengatakan bahwa sistem informasi yang digunakan Kab. Sragen telah terintegrasi untuk menghasil data-data yang ingin diperoleh dalam Sensus 2010. Dengan demikian, perolehan data akan jauh lebih mudah, lebih valid, dan pastinya jauh lebih murah jika dibandingkan Sensus 2010 yang menghabiskan anggaran hingga Rp. 6 Triliun.

Selain itu Sensus 2010 membutuhkan persiapan 2 tahun (sejak 2008) hingga perolehan data akhir 2 tahun (2012). Bayangkan, pengumpulan data di tahun 2010 baru bisa diketahui hasilnnya di tahun 2012 kelak. Apakah data tersebut masih bisa dikatakan akurat?

Tugas Kita Bersama

Memperoleh data penduduk bukanlah tugas BPS semata akan tetapi menjadi tugas kita bersama. Perlu dilakukan suatu tindakan bersama untuk menghasilkan data penduduk yang akura dan mudah didapat. Belajar dari pengalaman Kab. Sragen dalam menggunakan sistem informasi terintegrasi, perolehan data kependudukan lebih mudah diperoleh dan berbiaya murah baik itu data pendudu, kesehatan, keuangan, perdagangan, perindustrian, tenaga kerja, dan sebagainya.

Data yang diperlukan dalam Sensus 2010 diantaranya data dasar berupa data kependudukan (demografi, pendidikan, kelahiran, kematian, migrasi, bangunan tempat tinggal) dan 35 item data umum per wilayah (keuangan, perdagangan, perindustrian, tenaga kerja, dsb).

Akan menjadi beban berat bagi BPS dalam menangani hal tersebut sendirian, maka menjadi tugas bersama untuk meringankan tugas tersebut. Apa yang bisa kita lakukan?

  • Pemerintah perlu merumuskan aplikasi standar sistem informasi yang diimplementasikan di tiap daerah tidak hanya bertujuan memperoleh data kependudukan. Jauh diatas itu semua adalah pelayanan terhadap masyarakat.
  • Pemerintah daerah perlu memiliki visi yang sama tentang pelayanan kependudukan terintegrasi. Mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur yang diperlukan
  • Peneliti dan Perguruan tinggi dapat berperan dalam mendesain dan membuat aplikasi sistem informasi sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi
  • Penyelenggara jasa telekomunikasi dapat berpartisipasi dalam menyediakan infrastruktur dan akses informasi
  • Masyarakat berperan aktif menyampaikan perubahan data kependudukan tanpa perlu merasa khawatir

Pembangunan Indonesia yang terintegrasi akan menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama yang tidak bisa dilimpahkan pada satu pihak saja. (bigina)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: