Roadmap Penyiaran Nasional: 2018, Siaran TV Analog Dihentikan

Indonesia yang majemuk menjadi tantangan bagi integrasi bangsa. Penyiaran nasional merupakan langkah pemerintah menjaga integritas dengan tatanan informasi nasional yang adil dan merata. Penyiaran nasional dinilai mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan, dan menjadikan bangsa yang mandiri.

Penyiaran nasional yang mengudara selama ini merupakan siaran analog yang tidak dapat ditangkap secara sempurna di beberapa titik. Terutama daerah terpencil dan perbatasan. Tatanan ekonomi global saat ini telah beralih ke industri dan teknologi digital. Sebagai negara yang mengadopsi teknolog dan bukan memproduksi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengikuti arus digitalisasi pada setiap perangkat sehari-hari. Termasuk televisi. Tidak selamanya mengadopsi itu buruk akan tetapi proses mengadopsi ini harus diikuti dengan pemahaman akan berbagai aspek kehidupan yang mengikutinya, tidak semata-mata masalah teknologi penyiaran digital.

Dalam Roadmap penyiaran nasional, ditargetkan bahwa pada tahun 2018 siaran TV analog dihentikan dan beralih ke siaran TV digital. Proses untuk menuju masa tersebut melalui beberapa tahapan yaitu:

  • Tahap 1. (2009-2012)

– Tahap uji coba, yang telah dilaksanakan

– Penghentian lisensi (perijinan) baru untuk TV analog

– Penyelenggaraaan infrastruktur dan regulasi terkait penyiaran digital

– Penyediaan peralatan penerima TV digital

  • Tahap 2. (2013- 2017)

– Penghentian siaran analog di kota-kota besar

  • Tahap 3. (2018)

– Periode penghentian siaran analog

Kehadiran siaran digital (baik penyiaran TV maupun radio) secara teknologi memberi keuntungan dibanding siaran analog seperti kualitas gambar dan suara yang lebih baik, efisiensi penggunaan frekuensi dan kanal, efisiensi daya pancar, kualitas penerimaan baik dalam kondisi bergerak (mobile). Sedangkan dari sisi ekonomi dapat mendorong pertumbuhan industri konten.

Akan tetapi implementasi penyiaran digital akan menimbulkan tantangan baik dari sisi pemerintah sebagai regulator, industri, dan masyarakat. Beberapa hal yang bisa dikaji dari implementasi siaran digital ini antara lain:

  • Faktor penerimaan masyarakat terhadap siaran digital, baik kesiapan secara teknologi, psikologis, ekonomis, maupun budaya.

Dengan tingkat produksi yang masih rendah akan meningkatkan biaya produk. Penyiaran digital membutuhkan set top box (perangkat penerima digital) serta televisi dengan spesifikasi high definition tv (HDTV). Dengan tingkat ekonomi masyarakat saat ini mampukah masyarakat mengkonsumsinya. Siaran TV digital akan berlangsung sepanjang waktu dengan beragam konten, bagaimanakah dampaknya terhadap psikologi masyarakat. Akankah mempengaruhi budaya luhur yang telah tertanam atau akankah memunculkan budaya baru dengan hadirnya media baru ini (new coomon come when new media present)?

  • Faktor penerimaan dan kesiapan industri.

Penyiaran digital akan memaksa industri penyiaran beralih ke teknologi penyiaran digital. Faktor apa yang mempengaruhi industri untuk mengadopsi teknologi penyiaran digital  (technology acceptance research).

  • Faktor Regulasi

Faktor regulasi mungkin menjadi bahasan khusus yang mengatur implementasi penyiaran digital. Penyiaran digital nantinya akan masuk pada ranah konvergensi sehingga kolaborasi antara penyiaran, telekomunikasi, dan internet akan dapat memicu polemik jika tidak disikapi dan dipersiapkan sejak awal.

Pertanyaan pada poin-poin diatas merupakan beberapa hal yang bisa dikaji tentang pelaksanaan penyiaran digital dalam rangka mewujudkan tatanan msyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) – bigina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: